Tuesday, December 22, 2015

DO'A KETIKA BERHENTI PADA SUATU TEMPAT

Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., sesungguhnya Rasulullah SAW., jika takut terhadap suatu kaum, beliau berdo'a:

"ALLAAHUMMA INNAA NAJ'ALUKA FII NUKHUURIHIM WA NA'UUDZIBIKA MIN SYURUUURIHIM.
(Ya Allah, kami jadikan Engkau pada leher mereka, dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka)."
(HR. Abu Dawud dan Nasai dengan Isnad Shahih)

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata:
"Apabila Rasulullah SAW. sedang dalam bepergian dan menjelang waktu malam, maka beliau berdo'a:
YAA ARDLU RABBI WARABBUKILLAAH. A'UUDUBIKA MIN SYARRI MAA FIIKI WASYARRI MAA KHULIQA FIIKI WA SYARRI MAA YADIBBU 'ALAIKI WA A'UUDUBIKI MIN SYARRI ASADIN WA ASWADA WA MINAL HAYYATI WAL 'AQRABI WA MIN SAAKINIL BALADI WA MIN WAALIDIN WAMAA WALAD.
(Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Saya berlindung diri kepada Allahj dari kejahatanmu hai bumi, kejahatan yang berada dalam perutmu, kejahatan makhluk yang berada di perutmu, dan kejahatan binatang melata atasmu. Saya berlindung diri denganmu dari kejahatan binatang buas, manusia, ular, kalajengking, segala macam binatang, serta dari Iblis dan setan)."

(HR. Abu Dawud)



DO'A MENGHILANGKAN RASA TAKUT

Dari Khaulah binti Hakim ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda:
"Barangsiapa yang berhenti pada suatu tempat kemudian ia membaca:
A'UUDZUBIKALIMAATILLAAHIT TAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ
(Saya berlindung diri dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang Ia ciptakan),
niscaya ia tidak akan terganggu oleh sesuatu apapun hingga ia meninggalkan tempat tersebut."
(HR. Muslim)

SUNNAH BERDO'A DALAM BEPERGIAN

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda:
"Ada 3 macam do'a yang tidak diragukan lagi keampuhannya, yaitu do'anya orang yang teraniaya, orang yang sedang dalam bepergian, dan do'a orang tua terhadap anaknya."
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

SUNNAH MEMBACA TAKBIR DAN TASBIH DI KALA BEPERGIAN

Dari Jabir ra., ia berkata:
"Apabila kami mendaki kami membaca takbir, dan apabila kami turun kami membaca tasbih."
(HR. Bukhari)

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata:
"Apabila Nabi SAW. beserta pasukannya mendaki bukit, mereka membaca takbir dan apabila turun, mereka membaca tasbih."
(HR. Abu Dawud)

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata:
"Apabila Nabi SAW. kembali dari ibadah haji atau umrah, kemudian beliau mendaki bukit atau gundukan pasir, maka beliau membaca takbir 3x dan membaca
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIR, AAYIBUNA SHADADAQALLAHU WA'DAHU WANASHARA 'ABDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHDAH
(Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, segala kekuasaan dan segala puji bagi-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami adalah orang yang siap untuk pulang, kami adalah orang yang bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji kepada Tuhan kami. Semua janji Allah pasti benar, Ia selalu menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuhnya dengan sendirian)."


(HR. Bukhari dan Muslim)
Dan di dalam riwayat yang lain dikatakan: "Apabila beliau kembali dengan bala tentara dan pasukan, atau dari ibadah haji dan umrah."

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ada seseorang berkata:
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya akan bepergian, maka berilah saya pesan."
Beliau bersabda: "Kamu hendaklah senantiasa bertakwa kepada Allah dan membaca takbir setiap kali mendaki."
Ketika orang itu pergi, beliau berdo'a:
"ALLAAHUMMATHWI LAHUL BU'DA WAHAWWIN 'ALAIS SAFAR
(Ya Allah perpendeklah bagi jarak yang jauh, dan permudahlah segala urusannya di dalam bepergian)."

(HR. Turmudzi)

Dari Abu Musa Al Asy'ariy ra., ia berkata:
"Kami berjalan bersama Rasulullah SAW. dan apabila kami mendaki maka kami membaca tahlil dan takbir dengan suara keras, kemudian Nabi SAW. bersabda: 'Wahai sekalian manusia, kasihilah dirimmu sendiri karena sesungguhnya kamu sekalian tidaklah berdo'a kepada Zat yang tuli dan tidak pula kepada Zat yang jauh, sesungguhnya Ia selalu bersamamu, Ia Maha Mendengar sangat dekat.'"
(HR. Bukhari dan Muslim)

DO'A AKAN BEPERGIAN DENGAN NAIK KENDARAAN

“Dan Allah telah menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu, dan supaya kamu mengucapkan: Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.(QS. Az Zukhruf : 12-14)

Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya apabila Rasulullah SAW. menaiki untanya untuk keluar bepergian, beliau mengucapkan takbir 3x dan berdo’a:
“SUBHAANALLADZII SAKHKHARALANAA HAADZAA WAMAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN. ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA FII SAFARINAA HAADZAL BIRRA WATTAQWAA WAMINAL ‘AMALI MAA TARDLAA. ALLAAHUMMA INNA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARANAA HAADZAA WATHWI ‘ANNA BU’DAHU. ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN  WA’TSAA-IS SAFARI WAKA-AABATIL MANZHARI WA SUU-IL MUNQALABI FIL MAALI WAL AHLI
(Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan, taqwa, dan amal yang Engkau ridhai dalam kepergian kami ini. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan dalam kepergian kami ini dan pendekkanlah jarak dari jauhnya kepergian dan pengganti bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung diri kepadaMu dari kesukaran dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan jeleknya kembali, baik bagi harta maupun keluarga kami).”
Dan apabila Rasulullah SAW. hendak pulang, beliau juga membaca do’a tersebut dengan diberi tambahan:
“AAYIBUUNA TAA’IBUUNA ‘AABUDUUNA LIRABBINAA HAAMIDUUN
(Kami adalah orang yang siap untuk pulang, kami adalah orang yang bertobat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami).”
(HR. Muslim)
Dari Abdullah bin Sarjis ra., ia berkata:
“Apabila Rasulullah SAW. hendak bepergian, beliau berlindung diri kepada Allah dari kesukaran dalam bepergian, pulang yang menyedihkan, keraguan setelah adanya kemantapan, do’anya orang yang teraniaya, dan jeleknya pemandangan pada keluarga dan harta.”(HR. Muslim)
Dari Ali bin Rabi’ah, ia berkata: Saya telah menyaksikan Ali bin Abu Thalib ra. diberi binatang untuk dikendarainya,
dimana ketika meletakkan kakinya pada binatang itu ia membaca BISMILLAAH,
dan ketika telah duduk di atas punggungnya ia membaca BISMILLAAH,
dan ketika telah duduk di atas punggungnya ia membaca ALHAMDU LILLAAHIL LADZI SAKHKHARA LANAA HAADZAA WAMAA KUNNA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN.

Kemudian ia membaca ALHAMDULILLAAH 3x,
membaca ALLAAHUAKBAR 3x,
dan membaca SUBHAANAKA INNII ZHALAMTU NAFSII FAGHFIRLII INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA,
kemudian ia tertawa.

Ada seseorang bertanya: "Wahai Amirul mukminin mengapa engkau tertawa?"
Ia menjawab: "Saya melihat Nabi SAW. berbuat seperti apa yang saya perbuat ini kemudian beliau tertawa, ketika saya bertanya: 'Wahai Rasulullah mengapa engkau tertawa?'
Beliau menjawab: 'Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Suci itu merasa kagum terhadap hamba-Nya apabila ia berdo'a: IGHFIRLII DZUNUUBI,
karena ia menyadari bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Aku (Allah).'"
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)


MEMBANTU KAWAN

Pada bab-bab terdahulu telah banyak disebutkan hadist yang berhubungan dengan bab ini, diantaranya:
“Allah itu senantiasa menolong hambaNya, selama hambaNya mau menolong saudaranya, setiap kebaikan adalah sedekah.”
Dan hadist-hadist lain yang serupa.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra., ia berkata:
“Pada suatu ketika kami sedang bepergian, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan naik kendaraan dimana ia menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian Rasulullah SAW. bersabda:
‘Barangsiapa yang mempunyai kelebihan kendaraan, hendaklah ia memberikan kepada yang tidak mempunyainya. Barangsiapa yang mempunyai bekal lebih, maka hendaklah ia memberikan kepada orang yang tidak mempunyainya.’
Beliau menyebutkan macam-macam harta dengan nada seperti itu, sehingga kami sadar bahwa sesungguhnya tidaklah pantas salah seorang di antara kami mempunyai kelebihan harta.”
(HR. Muslim)

Dari Jabir ra. dari Rasulullah SAW., bahwasanya apabila beliau hendak berangkat perang, beliau bersabda:
“Wahai para sahabat Muhajirin dan Anshar, sesungguhnya ada sebagian orang di antara saudara-saudaramu yang tidak memiliki harta dan keluarga, maka dari itu hendaklah salah seorang di antara kamu sekalian menggabungkan 2 atau 3 orang dengannya.”
Kemudian tidak ada salah seorang di antara kami melainkan ia bergantian kendaraan dengan orang yang digabungkannya. Jabir berkata:
“Saya menggabungkan 2 atau 3 orang dengan saya, dan kesempatan untuk mengendarai unta saya bagi rata antara saya dan mereka.”
(HR. Abu Dawud)

Dari Jabir ra., ia berkata:
“Rasulullah SAW. apabila berada dalam perjalanan, beliau biasa di belakang; dimana beliau memberi pertolongan kepada orang yang lemah serta membonceng dan mengajaknya.”
(HR. Abu Dawud)