Dari Ummu Salamah ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Barangsiapa mempunyai hewan yang akan dikurbankan apabila bulan Dzul Hijjah telah masuk, janganlah sekali-kali ia mengambil (memotong) sedikitpun bulu dan kuku-kukunya sampai hewan itu disembelih".
(HR. Muslim)
Friday, July 7, 2017
MAKRUH DUDUK MENDEKAP LUTUT SEWAKTU MENDENGARKAN KHUTBAH
Dari Mu'adz bin Anas al-Juhanniy ra. bahwasanya:
"Nabi SAW. melarang untuk duduk mendekap lutut sewaktu imam berkhutbah pada hari Jum'at".
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)
"Nabi SAW. melarang untuk duduk mendekap lutut sewaktu imam berkhutbah pada hari Jum'at".
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)
LARANGAN BAGI ORANG YANG MAKAN MAKANAN BERBAU TIDAK SEDAP MASUK KE DALAM MASJID
Dari Ibnu Umar ra. bahsawanya Nabi SAW. bersabda:
"Barangsiapa makan dari pohon yakni bawang putih, maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami".
(HR. Bukhari dan Muslim)
"Barangsiapa makan dari pohon yakni bawang putih, maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami".
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan: "Masjid-masjid kami".
Dari Anas ra., ia berkata: Nabi SAW. bersabda:
"Barangsiapa makan dari pohon ini (bawang), maka janganlah ia sekali-kali mendekati kami dan jangan sekali-kali sholat bersama kami".
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir ra., ia berkata: Nabi SAW. bersabda:
"Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah (tanpa dimasak), maka hendaklah ia menjauhkan diri dari kami, atau hendaklah ia menjauhkan diri dari masjid kami".
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan:
"Barangsiapa makan bawang merah, bawang putih (tanpa dimasak), dan daun kucai maka janganlah sekali-kali ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat itu juga merasa terganggu terhadap apa yang mengganggu anak Adam (manusia)".
Dari Umar bin Khaththab ra. bahwasanya pada suatu hari Jum'at ia berkata di dalam khutbahnya:
"Kemudian wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian suka makan dua pohon yang saya tahu baunya tidak sedap, yaitu bawang merah dan bawang putih. Sungguh saya melihat Rasulullaah SAW. mendapatkan seorang yang berbau bawang, maka beliau memerintahkan agar orang itu dikeluarkan ke Baqi'. Oleh sebab itu, barangsiapa makan bawang hendaklah dimasak dulu supaya baunya hilang".
(HR. Muslim)
MAKRUH BERTENGKAR, MENCARI BARANG YANG HILANG, DAN BERJUAL BELI DI DALAM MASJID
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rasulullaah SAW. bersabda:
"Barangsiapa mendengar orang mencari barang yang hilang di dalam masjid, maka hendaklah ia mengatakan:
'Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu,' karena sesungguhnya masjid-masjid itu tidak dibangun untuk itu".
(HR. Muslim)
"Barangsiapa mendengar orang mencari barang yang hilang di dalam masjid, maka hendaklah ia mengatakan:
'Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu,' karena sesungguhnya masjid-masjid itu tidak dibangun untuk itu".
(HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Apabila kalian melihat orang yang berjual beli di dalam masjid, maka hendaklah kalian mengatakan:
'Semoga Allah tidak memberikan laba daganganmu itu.'
Dan apabila kalian melihat ada orang yang mencari barangnya yang hilang, maka hendaklah kalian mengatakan:
'Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu'".
(HR. Turmudzi)
Dari Buraidah ra. bahwasanya ada seorang yang mencari barangnya yang hilang di dalam masjid, dimana ia berkata:
"Siapakah yang dapat menemukan untaku yang merah?"
Kemudian Rasulullaah SAW. bersabda:
"Semoga untamu tidak ketemu. Sesungguhnya masjid-masjid itu dibangun untuk beribadah".
(HR. Muslim)
Dari Amir bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya ra. bahwasanya:
"Rasulullaah SAW. melarang jual beli dalam masjid, melarang mencari barang yang hilang di dalam masjid, dan melarang untuk mendengarkan sya'ir di dalam masjid".
(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)
Dari as-Saib bin Yazib ash-Shahabiy ra., ia berkata:
"Pada waktu saya berada di dalam masjid kemudian ada seorang melempar saya, maka saya pun memperhatikan orang itu. Tiba-tiba Umar bin Khaththab ada disitu dan berkata::
'Panggillah kedua orang itu.'
Maka saya pun datang dengan membawa orang itu, Umar lantas bertanya:
'Dari manakah kalian berdua?'
Kedua orang itu menjawab:
'Dari Thaif.'
Umar berkata:
'Seandainya kalian termasuk penduduk negeri ini, niscaya saya menyakiti kalian berdua, karena kalian telah berani mengeraskan suara di dalam masjid Rasulullaah SAW.'".
(HR. Bukhari)
MAKRUH MELUDAH DI MASJID
Dari Anas ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Meludah di dalam masjid adalah suatu dosa, dan tebusannya adalah menanam (atau membuang) ludahnya itu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ludah itu ditanam apabila lantai masjid berupa tanah atau pasir, apabila lantai masjid berupa ubin maka harus dibersihkan ludahnya.
Dari 'Aisyah ra. bahwasanya:
"Rasulullaah SAW. melihat ingus dan air ludah atau dahak di tembok kiblat, kemudian beliau mengoreknya".
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak pantas ada air kencing atau sesuatu kotoran walaupun sedikit. Sesungguhnya masjid itu adalah untuk dzikir kepada Allah Ta'ala dan untuk membaca Al Qur'an, atau untuk menyampaikan apa yang sudah disabdakan oelh Rasulullaah SAW.".
(HR. Muslim)
"Meludah di dalam masjid adalah suatu dosa, dan tebusannya adalah menanam (atau membuang) ludahnya itu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ludah itu ditanam apabila lantai masjid berupa tanah atau pasir, apabila lantai masjid berupa ubin maka harus dibersihkan ludahnya.
Dari 'Aisyah ra. bahwasanya:
"Rasulullaah SAW. melihat ingus dan air ludah atau dahak di tembok kiblat, kemudian beliau mengoreknya".
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak pantas ada air kencing atau sesuatu kotoran walaupun sedikit. Sesungguhnya masjid itu adalah untuk dzikir kepada Allah Ta'ala dan untuk membaca Al Qur'an, atau untuk menyampaikan apa yang sudah disabdakan oelh Rasulullaah SAW.".
(HR. Muslim)
MAKRUH MENGENDARAI BINATANG YANG SUKA MAKAN KOTORAN
Dari Umar ra., ia berkata:
"Rasulullaah SAW. telah melarang mengendarai unta yang suka makan kotorannya".
(HR. Abu Dawud)
"Rasulullaah SAW. telah melarang mengendarai unta yang suka makan kotorannya".
(HR. Abu Dawud)
MAKRUH MENGGANTUNGKAN GENTA PADA BINATANG
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Malaikat itu tidak mau bersama rombongan yang ada anjing atau genta".
(HR. Muslim)
"Malaikat itu tidak mau bersama rombongan yang ada anjing atau genta".
(HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Genta itu termasuk salah satu dari seruling-seruling setan".
(HR. Abu Dawud)
Subscribe to:
Posts (Atom)