Friday, May 26, 2017

KEUTAMAAN SHOLAT MALAM

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا


Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(QS. Al Isra : 79)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ


Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo'a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan.
(QS. As Sajdah : 16)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
(QS. Adz Dzariyat : 17)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Dari 'Aisyah ra., ia berkata:
"Nabi SAW. berdiri sholat malam, hingga pecah-pecah kedua kaki beliau. Saya bertanya kepada beliau:
'Untuk apakah engkau berbuat seperti ini, wahai Rasulullaah, sedangkan engkau telah benar-benar diampuni dosa-dosamu yang telah lewat dan yang akan datang?'
Rasulullaah bersabda:
'Tak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?'"
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari al Mughirah, seperti hadits tersebut di atas; yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

Dari 'Ali ra. bahwasanya pada suatu malam ketika ia tidur bersama Fatimah, tiba-tiba Nabi SAW. mengetuk pintu serta bersabda:
"Kenapa kalian tidak mengerjakan sholat?"
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bin Khaththab ra. dari ayahnya dari Nabi SAW. bersabda:
"Sebaik-baik orang adalah Abdullaah, seandainya ia suka mengerjakan sholat malam."
Salim berkata:
"Maka sesudah itu Abdullaah hanya tidur sebentar pada waktu malam".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullaah bin Amr bin Ash ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Wahai Abdullaah, janganlah kamu seperti si fulan dimana dia bangun pada waktu malam, tetapi tidak mau mengerjakan sholat sunnah pada waktu malam".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra., ia berkata:
"Pernah di hadapan Nabi SAW. diceritakan tentang seseorang yang tidur pada waktu malam sampai pagi (tidak bangun pada waktu malam), kemudian beliau bersabda:
'Itu adalah orang yang kedua telinganya dikencingi oleh setan.'"
atau beliau bersabda: "Di telinganya".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Setan mengikat tiga tengkuk kepada salah seorang di antara kalian sewaktu tidur dengan tiga ikatan. Pada masing-masing ikatan setan itu setan berkata:
'Tidurlah lagi, malam masih panjang.'
Apabila orang itu bangun kemudian dzikir kepada Allaah Ta'ala maka lepaslah satu ikatan.
Apabila ia berwudhu, maka lepaslah satu ikatan lagi.
Dan apabila ia sholat, maka lepaslah semua ikatan itu, sehingga pada waktu pagi ia akan tangkas dan tenang jiwanya, sedang kalau tidak, maka ia akan lesu dan malas".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullaah bin Salam ra. bahwasanya Nabi SAW. bersabda:
"Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makanan, dan sholatlah kalian pada waktu malam sewaktu manusia sedang tidur, niscaya kamu sekalian akan masuk surga dengan selamat".
(HR. Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Puasa yang paling utama selain puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram dan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah sholat malam (Tahajud)".
(HR. Muslim)

 Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Nabi SAW. bersabda:
"Sholat malam itu dua raka'at. Apabila kamu khawatir kedahuluan Shubuh, maka berwitirlah dengan satu raka'at".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata:
"Adalah Nabi SAW. melakukan sholat malam dua raka'at dan sholat Witir dengan satu raka'at".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra., ia berkata:
"Rasulullaah SAW. sering berbuka (tidak puasa) dalam suatu bulan, sehingga kami menyangka beliau tidak pernah puasa dalam bulan itu, dan beliau sering berpuasa, sehingga kami menyangka bahwa beliau tidak pernah berbuka sedikitpun dalam bulan itu. Demikian pula apabila kamu melihat beliau sholat pada waktu malam, niscaya kamu dapat melihatnya, dan apabila kamu ingin melihat beliau tidur, niscaya kamu dapat melihatnya".
(HR. Bukhari)

Dari 'Aisyah ra. bahwasanya:
"Rasulullaah SAW. biasa sholat sebelas raka'at pada waktu malam, dimana dalam setiap kali beliau sujud, lamanya kira-kira sama dengan seorang membaca lima puluh ayat, dan itu beliau belum mengangkat kepala. Beliau sholat dua raka'at sebelum sholat Shubuh, kemudian beliau berbaring pada pinggang kanannya, sehingga muadzin mengumandangkan iqamat untuk sholat Shubuh".
(HR. Bukhari)

Dari 'Aisyah ra., ia berkata:
"Rasulullaah SAW. tidak pernah sholat malam lebih dari sebelas raka'at, baik itu pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya, dimana beliau sholat empat raka'at yang cukup lama dan sempurna, kemudian beliau sholat empat raka'at yang sama lama dan sempurna khuyuknya. Kemudian beliau sholat tiga raka'at. Saya bertanya:
'Wahai Rasulullaah, apakah engkau tidak tidur sebelum sholat Witir?'
Beliau menjawab:
'Wahai 'Aisyah, sesungguhnya kedua mataku terpejam, tetapi hatiku tidak tidur'".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari 'Aisyah ra., bahwasanya:
"Nabi SAW. biasanya tidur pada permulaan malam dan bangun pada akhir malam, kemudian mengerjakan sholat."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud, ia berkata:
"Pada suatu malam, saya sholat bersama-sama dengan Nabi SAW., dan beliau lama sekali berdiri sehingga timbul niat tidak baik dalam diri saya."
Ada seseorang yang menanyakan:
"Niat apakah itu?"
Ia menjawab:
"Saya bermaksud inging duduk dan meninggalkan sholat bersama beliau".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Khudzaifah ra., ia berkata:
"Pada suatu malam saya sholat dengan Nabi SAW. Setelah membaca Al Fatihah, beliau membaca surat Al Baqarah, dalam hati saya berkata:
'Mungkin beliau akan rukuk setelah mendapat seratus ayat.'
Setelah mendapat seratus ayat, beliau melanjutkan bacaannya, maka dalam hati saya berkata:
'Mungkin beliau akan mengkhatamkan (menghabiskan) surat Al Baqarah dalam satu raka'at.'
Selesai membaca surat Al Baqarah, dalam hati saya berkata:
'Sekarang mungkin beliau akan melakukan rukuk.'

Tetapi beliau mulai membaca surat An Nisa' dan dibacanya sampai selesai, kemudian beliau membaca surat Ali Imran dengan sangat hati-hati dan jelas. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah tasbih, maka beliau membaca tasbih. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah untuk memohon, maka beliau memohon. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah untuk berlindung diri, maka beliau berlindung diri.

Kemudian beliau rukuk dengan membaca: SUBHAANA RABBIYAL 'ADZIIM,
lama rukuknya hampir sama dengan lamanya berdiri, kemudian beliau membaca: SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA LAKAL HAMDU.

Kemudian beliau berdiri yang lamanya hampir sama dengan lamanya rukuk, kemudian sujud dan membaca: SUBHAANA RABBIYAL A'LAA. Lamanya sujud hampir sama dengan lamanya berdiri".
(HR. Muslim)

Dari Jabir ra., ia berkata:
"Rasulullaah SAW. pernah ditanya:
'Manakah yang paling utama di dalam sholat?'
Beliau menjawab:
'Lamanya berdiri'".
(HR. Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. bahwasanya Rasulullaah SAW. bersabda:
"Sholat yang paling disenangi oleh Allaah adalah cara sholatnya Nabi Dawud, dan puasa yang paling disenangi oleh Allaah adalah cara puasanya Nabi Dawud, dimana beliau tidur setengah malam dan bangun pada sepertiganya serta tidur seperenam malam, dan beliau puasa sehari dan bebuka sehari".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullaah SAW. bersabda:
"Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat, apabila seorang muslim memohon kebaikan kepada Allaah Ta'ala baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, niscaya Allaah mengabulkan permohonannya. Dan saat yang demikian itu pada setiap malam".
(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Nabi SAW. bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan sholat pada waktu malam, hendaklah ia memulainya dengan dua raka'at yang ringan".
(HR. Muslim)

Dari 'Aisyah ra., ia berkata:
"Apabila Rasulullaah SAW. mengerjakan sholat pada waktu malam, beliau memulainya dengan dua raka'at yang ringan".
(HR. Muslim)

Dari 'Aisyah ra., ia berkata:
"Apabila Rasulullaah SAW. tidak dapat mengerjakan sholat pada waktu malam karena sakit atau karena sesuatu yang lain, maka beliau mengerjakan sholat sebelas raka'at pada waktu siang".
(HR. Muslim)

Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Barangsiapa tertidur tidak mengerjakan kebiasaannya atau melaksanakannya antara sholat Shubuh dan sholat Dzuhur, maka dicatatkan baginya seolah-olah ia membaca atau melaksanakannya pada waktu malam".
(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Allaah sangat mengasihani seorang laki-laki yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan sholat dan mau membangunkan istrinya. Apabila istrinya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka istrinya itu.
Allaah sangat mengasihani seorang perempuan yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan sholat dan mau membangunkan suaminya. Apabila suaminya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka suaminya itu."
(HR. Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id ra., mereka berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada waktu malam, kemudian keduanya sholat dua raka'at, maka masing-masing dicatat dalam golongan orang-orang yang selalu dzikir kepada Allaah Ta'ala".
(HR. Abu Dawud)

Dari 'Aisyah ra. bahwasanya Nabi SAW. bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk dalam mengerjakan sholat, maka hendaklah ia tidur sehingga rasa kantuknya hilang. Sebab, jika sholat sambil mengantuk, bisa jadi ia bermaksud memohon ampun tetapi malah mengutuk dirinya sendiri".
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah. ra., ia berkata: Rasulullaah SAW. bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan sholat pada waktu malam, kemudian ia membaca Al Qur'an melalui lisannya, tetapi ia tidak mengetahui apa yang sedang dibacanya, maka hendaklah ia tidur".
(HR. Muslim)